Sunday, 21 June 2015

Kajian Artikel Ilmiah IMK - Exploring and Understanding Unintended Touch during Direct Pen Interaction

Exploring and Understanding Unintended Touch during Direct Pen Interaction

MICHELLE ANNETT, University of Alberta, Microsoft Research
ANOOP GUPTA, Microsoft Research
WALTER F. BISCHOF, University of Alberta

The user experience on tablets that support both touch and styli is less than ideal, due in large part to the problem of unintended touch or palm rejection. Devices are often unable to distinguish between intended touch (i.e., interaction on the screen intended for action) and unintended touch (i.e., incidental interaction from the palm, forearm, or fingers). This often results in stray ink strokes and accidental navigation, frustrating users. We present a data collection experiment where participants performed inking tasks, and where natural tablet and stylus behaviors were observed and analyzed from both digitizer and behavioral perspectives. An analysis and comparison of novel and existing unintended touch algorithms revealed that the use of stylus information can greatly reduce unintended touch. Our analysis also revealed many natural stylus behaviors that influence unintended touch, underscoring the importance of application and ecosystem demands, and providing many avenues for future research and technological advancement.

Azari Beresman (G64120036), Undergraduate Student of Computer Science FMIPA IPB

Dunia interaksi sentuh saat ini sebagian besar berfokus pada manipulasi langsung, pemetaan ketukan pengguna, gesekan, gerakan untuk seleksi, panning dan zooming. Pemetaan tersebut memungkinkan interaksi alami, dengan semua kejadian sentuhan yang ditujukan untuk interaksi. Situasi yang sama ditemukan dengan perangkat stylus (alat untuk menulis), dimana semua input dipetakan ke tinta, dengan asumsi bahwa setiap coretan adalah disengaja. Dengan tangan dominan untuk memainkan tinta memungkinkan transfer perilaku alami dan intuitif dari fisik ke dunia digital yang memudahkan tugas yang memerlukan peningkatan presisi seperti diagram, sketsa dan menulis. Paradigma interaksi tersebut mengharuskan sistem tidak hanya membedakan antar pena dan input sentuhan tetapi juga membedakan antara peristiwa sentuhan yang disengaja dan peristiwa yang tidak diinginkan oleh sebuah produk dari stylus berbasis interaksi.
Identifikasi dan penolakan peristiwa sentuhan yang tidak diinginkan adalah penting untung semua pena dan perangkat sentuh, dan terutama untuk tablet. Termotivasi oleh beragam pendekatan yang telah dicoba, percobaan dilakukan dengan mengumpulkan data penangkapan gerakan dari stylus dan tablet dan data mentah dari sentuhan stylus digitizer sementara partisipan menulis, menggambar dan memberi keterangan dokumen. Partisipan terdiri dari delapan belas orang (tiga perempuan), dengan tidak mengetahui bahwa sentuhan yang tidak diinginkan akan dievaluasi untuk meyakinkan perilaku yang alami. Dataset data sentuh tanpa filter dan diproses tercata langsung dari digitizer dan dilakukan evaluasi dan dibandingkan dengan perbandingan baru dan solusi yang ada untuk sentuhan yang tidak diinginkan.
Partisipan diharuskan melakukan tiga tugas. Tugas pertama adalah menulis (writing), dimana partisipan diberikan 12-digit deret angka yang harus mereka tulis ulang dalam bentuk alfabetnya. Tugas kedua adalah penelusuran (tracing), dimana partisipan diberika angka  dari tanda garis dan bentuk dan harus menggambar panah sesuai urutan dimulai dari garis bertanda “1” sampai selesai. Tugas terakhir adalah anotasi (annotation),  untuk mengetahui perilaku dan penemuan aksi ketika membaca atau memberi catatan pada dokumen.
Ada beberapa algoritma yang dianalisis oleh penulis yaitu, reject all touch event, contact area, hover-based rejection, hand occlusion model, static rejection regions, stylus-based rejection region, stylus-based rejection using a buffer. Hasil evaluasi tiap algoritma dengan task yang dilakukan menggunakan confusion matrix direpresentasikan dalam tabel aggregated raw contingency. Dari tiga task yang dilakukan dihasilkan 2 jenis pembagian, untuk writing/tracing, dan annotation.

Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa pendekatan saat ini, yang membatasi area “aman” bidang layar seperti penggunaan model tangan atau ukuran kontak sentuhan tidak berjalan baik. Sementara yang lain yang memungkinkan untuk penolakan besar daerah/larger rejection regions seperti melayang-layang/hover atau yang ditentukan oleh lokasi stylus menunjukkan kinerja yang lebih baik. Menolak sentuhan yang tidak diinginkan harus dibuat lebih mudah di masa depan, bagaimanapun, ketika awal sentuhan/pretouch, ulinan/handedness, rotasi perangkat dan informasi orientasi tersedia untuk integrasi. Data tersebut akan memungkinkan cukup waktu untuk mengintegrasikan dan mensintesis data sebelum kulit menyentuh permukaan layar sehingga meningkatkan pena dan sentuhan pengguna.

Tuesday, 9 June 2015

Heuristic Evaluation - Scripture Singer (Android)

Heuristic Evaluation adalah metode yang digunakan untuk menemukan masalah pada desain antarmuka. Evaluasi ini dilakukan dengan berbasis 10 prinsip Nielsen dan menggunakan severity rating.

Adapun perangkat lunak yang akan dikaji adalah Scripture Singer berbasis android.

Berikut lima prinsip yang akan saya kaji :


Post Heuristic Evaluation ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan aplikasi tersebut, namun untuk kepentingan akademis semata.

Visibility of System Status - Scripture Singer (Android)

Tidak Ada Keterangan Progres Saat Download

Saat melakukan download lagu tidak ada keterangan status sudah seberapa jauh data yang di-download atau berapa lama waktu download yang diperlukan.




















>> Seharusnya dapat diberikan progress bar dan keterangan besar kapasitas yang harus di-download agar pengguna tahu sudah seberapa jauh dan besar data yang di-download dan dapat memperkirakan waktu sampai selesai download.

Severity Rating

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Perbedaan Pada Selected Object Tidak Jelas

Tidak ada perbedaan yang jelas antara objek yang sedang dipilih dengan yang tidak.




















>> Perbedaan tersebut mungkin bisa diperjelas dengan pemberian highlight atau penggelapan warna box pada objek yang dipilih.

Severity Rating

User Control and Freedom - Scripture Singer (Adnroid)

Tidak Berfungsinya Tombol Pengaturan/Option 

Tombol pada bagian kiri hp android yang biasanya sebagai menu optional tidak befungsi apa-apa pada aplikasi ini.


















>> Seharusnya dapat disinkronisasikan beberapa fungsi agar tombol tersebut memiliki kegunaan dan pengguna merasa lebih bebas dalam mengekplorasi dengan menu yang bisa diakses lewat beberapa cara.

Severity Rating : 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak Adanya Menu Play Previous

Tidak tersedianya menu pilihan untuk memutar lagu yang sebelumnya. Hanya ada pilihan untuk lagu selanjutnya, pause, dan mengulang lagu yang sama dari awal.



















>>  Karena fungsi utama aplikasi ini untuk mendengar lagu maka sebaiknya dapat ditambah fungsi untuk memutar lagu yang sebelumnya, agar pengguna lebih merasa bebas dalam memilih lagu dan tidak harus kembali ke menu sebelumnya atau memutar semua lagu terlebih dahulu.  Mungkin dapat memakai icon kebalikan dari icon paling kanan bawah (>) untuk icon play previous.

Severity Rating

Help and Documentation - Scripture Singer (Android)

Tidak Ada Menu Help 

Ketidaktersediaan menu help dalam aplikasi ini dapat mengakibatkan kebingungan pengguna jika mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran terhadap aplikasi tersebut.




















>> Seharusnya disediakan menu help untuk memudahkan pengguna jika mengalami kendala dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Severity Rating : 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tidak Ada Documentation

Kurang lengkapnya dokumentasi tentang aplikasi ini.








=>





>> Informasi yang disediakan hanya sebatas untuk donasi dan latar belakang pembuatan aplikasi, sebaiknya dapat ditambah dengan keterangan versi, fitur utama dan kegunaan aplikasi ini.

Severity Rating : 

Consistency and Standard - Scripture Singer (Android)

Fungsi Back Tidak Berfungsi

Penggunaan tombol pada bagian bawah kanan hp android menjadi 'emergency exit' yang biasanya adalah tombol untuk back.


















>> Ini merupakan masalah yang cukup serius bagi para pengguna yang terbiasa menggunakan android, penggunaan tombol tersebut pada aplikasi ini langsung membuat pengguna keluar dari aplikasi bukan kembali ke menu sebelumnya. Seharusnya fungsi tersebut harus diintegrasikan agar saat pengguna menekan tombol tersebut maka kembali ke menu sebelumnya bukannya keluar sistem.

Severity rating : 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Standard Icon yang Berbeda

Penggunaan icon amplop pada aplikasi ini berfungsi untuk share, sementara biasanya icon tersebut digunakan untuk mengirim suatu pesan.








=>











>>  Penggunaan icon yang tidak sesuai standar dapat membingungkan pengguna, sebaiknya gunakan icon lain yang dapat menggambarkan fungsi tersebut dan sesuai dengan platform-nya

Severity Rating : 

Aesthetic and Minimalist Desain - Scripture Singer (Android)

Pilihan Kata Tidak Teratur

Pemilihan urutan kata yang terdapat pada menu Groups terlihat tidak teratur.



>> Seharusnya susunan penempatannya dapat diatur agar terlihat lebih baik. Misalkan dengan urutan panjang huruf atau dengan urutan alfabet awal.

Severity Rating: 0
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Desain Penggunaan Ruang yang Kurang Maksimal

Adanya ruang kosong yang cukup luas membuat tampilan menjadi terlihat kurang baik.





















>> Spasi kosong yang terlihat cukup besar seharusnya dapat diatasi dengan menambahkan opsi pengaturan dari ketiga poin tersebut pada bagian bawah masing-masing poin, dengan begitu tampilan akan terlihat lebih berisi dan sekaligus mempercepat waktu pengaturan.


Severity Rating : 

Wednesday, 13 May 2015

Visualisasi data anggaran pendapatan negara

Tugas interaksi manusia-komputer tentang visualisasi.

Data yang divisualisasi didapat dari bps.go.id mengenai anggaran pendapatan negara pada tahun 2012, 2013 dan 2014. 
Dibuat mengguanakan visme.co

Berikut hasilnya.




Tuesday, 31 March 2015

Tugas KOMDAT (rsync)


Apa itu rsync?


Rsync adalah tool untuk transfer dan sinkronisasi file atau tree (struktur direktori dan file) secara satu arah, baik transfer lokal (di sistem yang sama) maupun remote (jaringan/internet). Fungsi rsync mirip/identik dengan tool-tool ini: cp, mv, scp, FTP client. Rsync biasanya digabungkan dengan SSH sebagai metode transpor remotenya, walaupun dapat juga disetup untuk menjadi daemon sehingga tidak membutuhkan SSH. Dalam kasus-kasus tertentu rsync juga dapat digunakan menggantikan HTTP client (seperti wget).

Sintaks

Pada umumnya sintaks-sintaks berikut ini yang paling sering digunakan. Untuk transfer lokal ke lokal:
$ rsync -av -P PATHSUMBER PATHTUJUAN
Untuk transfer lokal ke remote:
$ rsync -e ssh -av -P -z PATHSUMBER USER@HOST:PATHTUJUAN
Untuk transfer remote ke lokal, cukup kebalikan perintah sebelumnya:
$ rsync -e ssh -av -P -z USER@HOST:PATHSUMBER PATHTUJUAN


Opsi -a (archive) adalah untuk mensinkronkan segala sesuatu, termasuk file/direktori secara rekursif dan metadata (seperti tanggal, kepemilikan, permission) dan file-file spesial seperti link simbolik. Umumnya ini yang kita mau, tapi dalam kasus-kasus tertentu di mana Anda tidak ingin rekursif atau tidak ingin mensinkronkan salah satu dari tanggal/kepemilikan/dll, opsi -a dapat dihilangkan dan/atau diganti dengan opsi-opsi lain seperti -r, -g, -o,
Opsi -v (verbose) membuat rsync memperlihatkan ke layar nama-nama file yang sedang ditransfer. Opsi -P membuat rsync lebih verbose lagi, yaitu menampilkan juga progres/persentasi saat sebuah file sedang ditransfer. Jika kita menggunakan rsync dalam skrip noninteraktif, bisa jadi output yang dihasilkan terlalu banyak. Maka dalam kasus tersebut kita dapat menghilangkan opsi -v dan -P.
Opsi -z (compress) membuat rsync mengkompresi data yang ditransfer. Ini menghemat bandwidth. Untuk transfer remote, gunakanlah selalu opsi ini, kecuali jika Anda berada di intranet yang amat cepat bahkan lebih cepat dari bandwidth harddisk (mis: di lingkungan gigabit ethernet).

Selain opsi -av -P, dalam melakukan backup filesystem biasanya opsi -H dan -A juga berguna. Opsi -H untuk mempertahankan hubungan hardlink (contoh: /usr/bin/sudo dan /usr/bin/sudoedit di Debian adalah hardlink. Hanya ada satu salinan saja untuk kedua file tersebut. Tanpa opsi -H maka saat ditransfer akan menjadi dua salinan, menghabiskan ruang disk.
Opsi -A untuk menyalin juga metadata ACL, berguna jika Anda menggunakan ACL.
Sebuah contoh aplikasi rsync dalam membuat backup harian dengan histori backup akan dibahas dalam kesempatan lain.

Rsync menyediakan berbagai cara yang sangat fleksibel agar kita dapat memilih-milih file mana yang ingin disinkronkan dan mana yang ingin diabaikan (exclude). Beberapa contoh:
Jangan ikut sertakan file-file backup:
$ rsync -av --exclude '*~' --exclude '*.bak' SUMBER TUJUAN
Jangan ikut sertakan direktori metadata .svn (berguna untuk mentransfer direktori source code dari direktori kerja langsung):
$ rsync -av --exclude '.svn' SUMBER TUJUAN
Jika kita menyebutkan path absolut di --exclude, maka itu akan berarti posisinya relatif terhadap SUMBER. Keberadaan garis miring di akhir SUMBER akan lagi-lagi menentukan apakah titik awal yang dianggap akar (root) adalah selevel dengan SUMBER atau satu level di dalam SUMBER. Contoh:
$ rsync -av --exclude '/.*' /home/steven/ /backup/steven/

Perintah di atas akan membackup direktori home saya, tapi tanpa mengikutsertakan "dotfiles" yang ada tepat di bawah home (umumnya berisi file konfigurasi). Tapi seandainya ada dotfiles di bawah direktori lain, misalnya, /home/steven/proj1/.config maka file tersebut tidak akan di-exclude karena kita hanya menginstruksikan meng-exclude dotfiles yang berada di "root" (/.*).

Opsi --exclude dan pasangannya --include dapat disebutkan berselingan dan berulang kali. Terdapat pula opsi --filter yang lebih fleksibel lagi. Terdapat juga opsi --delete-excluded untuk menghapus file-file yang diexclude di sisi tujuan. Berguna misalnya untuk menghapus file-file backup (*~, *.bak) yang mungkin berserakan di sisi tujuan.

Sebuah contoh yang agak lengkap, dari potongan skrip backup yang pernah saya gunakan untuk membackup direktori home saya. Untuk mengirit waktu dan ruang disk, saya meng-exclude berbagai "sampah" seperti cache browser, trash, direktori temporer, file-file backup, dll. Anda mungkin bisa mengembangkan sendiri opsi favorit Anda.

Penjelasan ini saya dapat dari
http://kb.masterweb.net/beta/index.cgi/read/Artikel:Menggunakan_rsync

Monday, 16 February 2015

tugas 1 IMK (Analisis interface desain)














Gambar 1 tampilan website anime.playwebgame.com

Gambar di atas merupakan salah satu game berbasis web yang cukup terkenal di kalangan penggemar One Piece. Desain yang ditampilkan memang menarik karena mirip sekali dengan gambaran karakteristik pada komiknya. Penggunan warna dan bentuk tools pada game ini pun sangat bervariatif disesuiakan dengan tujuannya.
Tapi jika diperhatikan, terlalu banyak tool yang ditempatkan pada satu halaman seperti pada bagian atas dan bawah layar. Hal seperti ini dapat membingungkan para penggunan website yang baru bermain dan dapat menyita banyak waktu untuk mengetahui kegunaan tool-tool tersebut.
Terima kasih.