Exploring
and Understanding Unintended Touch during Direct Pen Interaction
MICHELLE
ANNETT, University of Alberta, Microsoft Research
ANOOP GUPTA,
Microsoft Research
WALTER F.
BISCHOF, University of Alberta
The user
experience on tablets that support both touch and styli is less than ideal, due
in large part to the problem of unintended touch or palm rejection. Devices are
often unable to distinguish between intended touch (i.e., interaction on the
screen intended for action) and unintended touch (i.e., incidental interaction
from the palm, forearm, or fingers). This often results in stray ink strokes
and accidental navigation, frustrating users. We present a data collection
experiment where participants performed inking tasks, and where natural tablet
and stylus behaviors were observed and analyzed from both digitizer and
behavioral perspectives. An analysis and comparison of novel and existing
unintended touch algorithms revealed that the use of stylus information can greatly
reduce unintended touch. Our analysis also revealed many natural stylus
behaviors that influence unintended touch, underscoring the importance of
application and ecosystem demands, and providing many avenues for future
research and technological advancement.
Azari
Beresman (G64120036), Undergraduate
Student of Computer Science FMIPA IPB
Dunia interaksi sentuh saat ini sebagian besar berfokus pada manipulasi
langsung, pemetaan ketukan pengguna, gesekan, gerakan untuk seleksi, panning dan zooming. Pemetaan tersebut memungkinkan interaksi alami, dengan
semua kejadian sentuhan yang ditujukan untuk interaksi. Situasi yang sama
ditemukan dengan perangkat stylus (alat untuk menulis), dimana semua input
dipetakan ke tinta, dengan asumsi bahwa setiap coretan adalah disengaja. Dengan
tangan dominan untuk memainkan tinta memungkinkan transfer perilaku alami dan
intuitif dari fisik ke dunia digital yang memudahkan tugas yang memerlukan
peningkatan presisi seperti diagram, sketsa dan menulis. Paradigma interaksi
tersebut mengharuskan sistem tidak hanya membedakan antar pena dan input
sentuhan tetapi juga membedakan antara peristiwa sentuhan yang disengaja dan peristiwa
yang tidak diinginkan oleh sebuah produk dari stylus berbasis interaksi.
Identifikasi dan penolakan peristiwa sentuhan yang tidak diinginkan
adalah penting untung semua pena dan perangkat sentuh, dan terutama untuk tablet.
Termotivasi oleh beragam pendekatan yang telah dicoba, percobaan dilakukan
dengan mengumpulkan data penangkapan gerakan dari stylus dan tablet dan data
mentah dari sentuhan stylus digitizer sementara partisipan menulis, menggambar
dan memberi keterangan dokumen. Partisipan terdiri dari delapan belas orang (tiga
perempuan), dengan tidak mengetahui bahwa sentuhan yang tidak diinginkan akan
dievaluasi untuk meyakinkan perilaku yang alami. Dataset data sentuh tanpa
filter dan diproses tercata langsung dari digitizer dan dilakukan evaluasi dan
dibandingkan dengan perbandingan baru dan solusi yang ada untuk sentuhan yang
tidak diinginkan.
Partisipan diharuskan melakukan tiga tugas. Tugas pertama adalah menulis
(writing), dimana partisipan
diberikan 12-digit deret angka yang harus mereka tulis ulang dalam bentuk
alfabetnya. Tugas kedua adalah penelusuran (tracing),
dimana partisipan diberika angka dari
tanda garis dan bentuk dan harus menggambar panah sesuai urutan dimulai dari
garis bertanda “1” sampai selesai. Tugas terakhir adalah anotasi (annotation), untuk mengetahui perilaku dan penemuan aksi
ketika membaca atau memberi catatan pada dokumen.
Ada beberapa algoritma yang dianalisis oleh penulis yaitu, reject all touch event, contact area,
hover-based rejection, hand occlusion model, static rejection regions, stylus-based
rejection region, stylus-based rejection using a buffer. Hasil evaluasi
tiap algoritma dengan task yang dilakukan menggunakan confusion matrix direpresentasikan dalam tabel aggregated raw contingency. Dari tiga task yang dilakukan
dihasilkan 2 jenis pembagian, untuk writing/tracing,
dan annotation.
Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa pendekatan saat ini, yang membatasi
area “aman” bidang layar seperti penggunaan model tangan atau ukuran kontak
sentuhan tidak berjalan baik. Sementara yang lain yang memungkinkan untuk
penolakan besar daerah/larger rejection
regions seperti melayang-layang/hover
atau yang ditentukan oleh lokasi stylus menunjukkan kinerja yang lebih
baik. Menolak sentuhan yang tidak diinginkan harus dibuat lebih mudah di masa
depan, bagaimanapun, ketika awal sentuhan/pretouch,
ulinan/handedness, rotasi
perangkat dan informasi orientasi tersedia untuk integrasi. Data tersebut akan
memungkinkan cukup waktu untuk mengintegrasikan dan mensintesis data sebelum
kulit menyentuh permukaan layar sehingga meningkatkan pena dan sentuhan
pengguna.
No comments:
Post a Comment